Senin, 15 September 2014

Jatuh cinta diam-diam


Ketika gue telusuri matanya, gue selami lagi dunia dalam jelaga matanya, rasanya gue gak ingin semua ini berakhir. Rasanya gue ingin memilikinya seutuhnya walaupun pada akhirnya dia akan kembali pada kekasih nya. Gue yang jatuh cinta diam-diam pada akhir nya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dan berharap dia bahagia dengan pasangan nya. Saat gue melihat dia&kekasihnya gue hanya bisa menelan ludah, menghela napas pasrah, berharap semua akan segera berakhir, dan yang gue mau, gue bisa keluar menjadi pemenang. Tapi, setiap mengingat itu, gue takut, justru gue lah yang kalah, dan gue hanya bisa melihatnya bahagia, kemudian menerima kenyataan bahwa gue gak pernah ada di hatinya..

Apa lo tidak pernah memikirkan perasaan gue? Perasaan adalah ruang paling dalam yang gak bisa tersentuh hanya dengan perkataan dan bualan. Gue lelah. Itulah perasaan gue. Sudahkah lo paham? Belum. Tentu saja. Apa peduli lo sama gue? Gue gak pernah ada dalam mata lo, gue selalu gak punya tempat didalam hati lo!
Setiap hari, setiap waktu, setiap gue melihat lo dengannya; gue selalu berusaha mengaggap semua baik-baik saja, semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Gue membayangkan perasaan gue yang suatu saat nanti pasti akan hilang, gue memimpikan luka gue akan segera kering dan, tak ada lagi hal-hal penyebab gue menangis setiap malam. Namun...sampai kapan gue harus terus mencoba?

Dari gadis kecil
yang mencintaimu
diam-diam...

1 komentar: