Setelah tau perjuangan ku hanyalah sia-sia, detik itu aku memilih pergi dari hidupmu, aku memilih untuk tidak menghubungi mu. Kita
yang dulu sempat dekat walau tak punya status apa-apa, meski berada dalam
ketidak jelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa dengan sapaannya
di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena pada akhirnya dia sibuk dengan
kekasihnya. Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha
meyakini diri bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap
terlalu jauh... Aku berharap dengan perpisahan ini, aku akan mudah melupakanmu, tapi... ternyata tidak!!
Maafkan aku
yang terlalu tulus
mencintaimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar