Kamis, 25 September 2014

Aku Memilih Pergi

Setelah tau perjuangan ku hanyalah sia-sia, detik itu aku memilih pergi dari hidupmu, aku memilih untuk tidak menghubungi mu. Kita yang dulu sempat dekat walau tak punya status apa-apa, meski berada dalam ketidak jelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa dengan sapaannya di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena pada akhirnya dia sibuk dengan kekasihnya. Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diri bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh... Aku berharap dengan perpisahan ini, aku akan mudah melupakanmu, tapi... ternyata tidak!!

Maafkan aku
yang terlalu tulus
mencintaimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar