Ketika gue telusuri matanya, gue selami
lagi dunia dalam jelaga matanya, rasanya gue gak ingin semua ini berakhir.
Rasanya gue ingin memilikinya seutuhnya walaupun pada akhirnya dia akan kembali pada kekasih nya. Gue yang jatuh cinta diam-diam pada akhir nya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dan berharap dia bahagia dengan pasangan nya. Saat gue melihat dia&kekasihnya gue hanya bisa menelan ludah, menghela napas pasrah, berharap semua akan
segera berakhir, dan yang gue mau, gue bisa keluar menjadi pemenang. Tapi, setiap
mengingat itu, gue takut, justru gue lah yang kalah, dan gue hanya bisa
melihatnya bahagia, kemudian menerima kenyataan bahwa gue gak pernah ada di
hatinya..
Apa lo tidak pernah memikirkan perasaan gue? Perasaan
adalah ruang paling dalam yang gak bisa tersentuh hanya dengan perkataan dan
bualan. Gue lelah. Itulah perasaan gue. Sudahkah lo paham? Belum. Tentu saja. Apa
peduli lo sama gue? Gue gak pernah ada dalam mata lo, gue selalu gak punya
tempat didalam hati lo!
Setiap hari, setiap waktu, setiap gue melihat lo dengannya; gue selalu berusaha mengaggap semua baik-baik saja, semua akan berakhir seiring
berjalannya waktu. Gue membayangkan perasaan gue yang suatu saat nanti pasti akan
hilang, gue memimpikan luka gue akan segera kering dan, tak ada lagi hal-hal penyebab gue menangis setiap malam. Namun...sampai kapan gue harus terus mencoba?
Dari gadis kecil
yang mencintaimu
diam-diam...