Selasa, 23 Juni 2015

Tanpa kejelasan

 Zona ketidak jelasan, itu lah yang sedang aku rasakan, dimana aku merasanyaman dengan seseorang tapi tidak memiliki status yang jelas, dan sering kali memanggil sayang, bermain, bercandaria, layak nya kedua insan yang sedang jatuh cinta, tapi kenyataan sebaliknya.  Menyakitkan memang ketika memanggil sayang tanpa memiliki status yang jelas. yang aku takutkan ketika aku anggap hubungan ini serius, ternyata kamu cuma mainmain. ini memang salahku yang dari awal terlalu banyak berharap padamu sehingga aku jatuh didalam zona ketidak kejelasan ini, entah sampai kapan aku bisa bertahan dizona ini.
 Sampai kapan kamu terus menggantung hubungan ini, apa susahnya bagimu untuk memberikan kejelasan status ini, apa kamu memiliki kekasih? atau kamu ingin mencari yang lebih dariku? hey aku bukan pilihan! mungkin aku terlalu buruk bagimu, tapi ketika aku belum menyerah disitulah impianku berada.
 Sudah terlalu sering aku meminta kejelasan status padamu tapi jawabanmu hanya diam, mungkin pertanyaan "Sebenarnya, status kita apa?" adalah pertanyaan tersulit bagimu. mungkin pria tampan sepertimu hanyalah hayalan untuk gadis kecil sepertiku. 



Terima kasih atas 
harapan kosong 
yang kauberikan~

Kamis, 25 September 2014

Aku Memilih Pergi

Setelah tau perjuangan ku hanyalah sia-sia, detik itu aku memilih pergi dari hidupmu, aku memilih untuk tidak menghubungi mu. Kita yang dulu sempat dekat walau tak punya status apa-apa, meski berada dalam ketidak jelasan, tiba-tiba menjauh tanpa sebab. Aku yang terbiasa dengan sapaannya di pesan singkat harus (terpaksa) ikhlas karena pada akhirnya dia sibuk dengan kekasihnya. Aku berusaha memahami itu. Setiap hari. Setiap waktu. Aku berusaha meyakini diri bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh... Aku berharap dengan perpisahan ini, aku akan mudah melupakanmu, tapi... ternyata tidak!!

Maafkan aku
yang terlalu tulus
mencintaimu...

Senin, 15 September 2014

Jatuh cinta diam-diam


Ketika gue telusuri matanya, gue selami lagi dunia dalam jelaga matanya, rasanya gue gak ingin semua ini berakhir. Rasanya gue ingin memilikinya seutuhnya walaupun pada akhirnya dia akan kembali pada kekasih nya. Gue yang jatuh cinta diam-diam pada akhir nya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dan berharap dia bahagia dengan pasangan nya. Saat gue melihat dia&kekasihnya gue hanya bisa menelan ludah, menghela napas pasrah, berharap semua akan segera berakhir, dan yang gue mau, gue bisa keluar menjadi pemenang. Tapi, setiap mengingat itu, gue takut, justru gue lah yang kalah, dan gue hanya bisa melihatnya bahagia, kemudian menerima kenyataan bahwa gue gak pernah ada di hatinya..

Apa lo tidak pernah memikirkan perasaan gue? Perasaan adalah ruang paling dalam yang gak bisa tersentuh hanya dengan perkataan dan bualan. Gue lelah. Itulah perasaan gue. Sudahkah lo paham? Belum. Tentu saja. Apa peduli lo sama gue? Gue gak pernah ada dalam mata lo, gue selalu gak punya tempat didalam hati lo!
Setiap hari, setiap waktu, setiap gue melihat lo dengannya; gue selalu berusaha mengaggap semua baik-baik saja, semua akan berakhir seiring berjalannya waktu. Gue membayangkan perasaan gue yang suatu saat nanti pasti akan hilang, gue memimpikan luka gue akan segera kering dan, tak ada lagi hal-hal penyebab gue menangis setiap malam. Namun...sampai kapan gue harus terus mencoba?

Dari gadis kecil
yang mencintaimu
diam-diam...